Maret 6, 2008...12:13 pm

ISLAM DAN MOTIVASI MEMBUKUKAN ILMU

Lompat ke Komentar

        Sesungguhnya, kita sebagai umat Islam memiliki kewajiban yang lebih besar dibandingkan umat lain dalam mengungkap kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Al Qur’an sebagai kumpulan firman Allah SWT telah mengungkapkannya secara nyata. Setingkat dibawah Al Qur’an adalah peran Rasulullah SAW dalam hadis-hadisnya juga melakukannya dalam tindakan yang nyata.

Allah SWT telah berkenan untuk menempatkan ilmu pengetahuan dengan derajat yang tinggi di hadapan-Nya. Dengan anugerah berupa akal pula lah Allah melebihkan manusia atas makhluk ciptaan Allah yang lain. Bahkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Pemaksa bersumpah dengan pena (qalam), sudah cukup membuktikan pentingnya pengetahuan, pencari pengetahuan dan tenaga pengajarnya dalam Islam. Mengawali sebuah surah dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman :

” Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tuliskan, berkat nikmat Tuhanmu, kamu sekali-kali bukan orang gila. Dan sesungguhnya engkau benar-benar mendapat pahala besar yang tiada putus-putusnya, dan sebenarnya engkau sungguh-sungguh memiliki budi pekerti yang luhur.” (Q. S. Al-Qalam [68]:1-4)

Bahwa Allah SWT telah bersumpah dengan kalam, sebuah benda yang dengannya Allah SWT mengajarkan kepada manusia sesuatu yang tidak diketahui.

Sebagian mufasir mengatakan bahwa kemampuan mengekspresikan pada manusia terbagi dalam dua kategori; ekspresi oral (bayan al lisan) dan ekspresi pena (bayan al-qalam). Jika gagasan yang diekspresikan dalam bahasa lisan dapat dipelajari dan sekaligus dilupakan orang lain, maka gagasan yang terekspresikan lewat tulisan senantiasa terekam abadi.

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW juga telah menekankan akan pentingnya membukukan ilmu pengetahuan. Beliau bersabda,

        ” Pada  hari Kiamat,  tinta para ilmuwan ditimbang dengan darah para syuhada.”

Rasulullah SAW juga sangat memperhatikan upaya-upaya penyebarluasan pengetahuan di kalangan umat Islam. Salah satu contohnya adalah apa yang direkam dalam beberapa buku sejarah hidup nabi mengenai perintah Nabi SAW setelah kemenangan umat Islam dalam Perang Badar dan banyak orang musyrik menjadi tawanan. Dengan tegas, Rasulullah SAW menyatakan bahwa setiap tawanan yang berhasil mengajarkan membaca dan menulis kepada sepuluh anak-anak muslim akan dibebaskan dan dapat kembali kepada keluarganya dengan selamat tanpa membayar tebusan.

Demikianlah Islam, betapa Kitab suci dan Rasulnya telah bersungguh-sungguh dalam memotivasi umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan membukukannya. Maka, perpustakaan Masjidil ‘Ilm sebagai lembaga pengumpul ilmu yang telah dibukukan, semoga amal kami dapat menjadi bagian dari kebaikan yang dapat mendatangkan ridho Allah SWT.

(Tulisan ini diolah dengan bersumber pada Ensiklopedi Al Qur’an Jilid 4 karya Muhammad Kamil Hasan al Mahami Edisi Indonesia) 

Tinggalkan Balasan